Diskon 15% hemat hingga 200 ribu di pesanan pertama untuk Hair Loss atau Acne! Gunakan promo: DISKON15 Diskon 15% hemat hingga 200 ribu di pesanan pertama untuk Hair Loss atau Acne! Gunakan promo: DISKON15 Diskon 15% hemat hingga 200 ribu di pesanan pertama untuk Hair Loss atau Acne! Gunakan promo: DISKON15
Hubungi Kami
CART
CART
Jika anda sudah melakukan konsultasi atau memiliki akun, silakan Login disini.
NOTE: Jika sudah memiliki akun Elio, silakan login dengan email dan password yang sama.
Next step
Jawab pertanyaan dokter
Isi kuisioner singkat agar dokter dapat meninjau permasalahan kamu.
Selesaikan pemesanan
Selesaikan pemesananmu dan lakukan pembayaran.
Pengiriman cepat
Perawatanmu akan dikirim kemanapun kamu berada.
Dengan mengklik tombol Lanjut, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan dan Kebijakan Privasi yang berlaku.
CART
Login
Don’t have an account? SIGNUP

Androgenetic Alopecia : Rambut Rontok Karena Genetik

Hair Loss
23 October 2020

Preview 30 Seconds

Rambut rontok bisa terjadi kapan saja dan dialami oleh siapa saja. Penyebabnya pun bermacam-macam, bisa dari faktor luar tubuh, seperti penataan rambut berlebihan atau gaya hidup yang nggak sehat, stres, hingga faktor keturunan.

Banyak orang yang masih ragu, apakah rambut rontok akibat genetic masih bisa diatasi atau nggak. Cara apa yang bisa digunakan untuk mengatasinya?

Rambut rontok merupakan masalah yang banyak dialami oleh pria, mungkin termasuk kamu. Berbagai cara mungkin sudah kamu lakukan untuk mengatasinya, namun masih juga mengalami kerontokan.

Agar perawatan rambut rontok lebih maksimal, kenali dulu apa penyebab kerontokan yang kamu alami karena masalah rambut rontok berbeda-beda penyebabnya. Setelah kamu memahami apa penyebab kerontokan, maka kamu bisa mengambil langkah yang tepat untuk bisa mengatasinya dnegan maksimal.

Jenis Rambut Rontok

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa penyebab rambut rontok sangat beragam. Rambut rontok bisa muncul dengan berbagai cara, tergantung penyebabnya. Ini bisa datang tiba-tiba atau bertahap dan hanya memengaruhi kulit kepala atau seluruh tubuhmu.

Melansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa jenis masalah yang mungkin muncul saat mengalami rambut rontok:

1. Penipisan bertahap di atas kepala

Ini adalah jenis kerontokan rambut yang paling umum, memengaruhi orang-orang seiring bertambahnya usia. Pria mulai mengalami kemunduran garis rambut pada bagian dahi.

2. Kebotakan yang melingkar dan nggak merata

Beberapa pria mengalami kebotakan dengan bentuk melingkar atau nggak merata di kulit kepala, jenggot, atau alis. Kulit kamu mungkin menjadi gatal atau nyeri sebelum rambut rontok.

3. Rambut rontok secara tiba-tiba

Ini adalah jenis kerontokan rambut yang paling umum, memengaruhi orang-orang seiring bertambahnya usia. Pria mulai mengalami kemunduran garis rambut pada bagian dahi.

Stres dan kelelahan secara fisik bisa menyebabkan rambut rontok. Kerontokan akibat hal ini ditandai dengan kerontokan saat menyisir atau mencuci rambut. Jenis kerontokan ini menyebabkan rambut menipis secara keseluruhan tapi hanya bersifat sementara.

4. Rambut rontok di seluruh tubuh

Rambut pada tubuh manusia bukan hanya bagian kepala saja yang bisa rontok, tapi juga rambut di seluruh tubuh. Kerontokan ini bisa karena efek samping dari perawatan medis, seperti kemoterapi kanker. Rambut bisa tumbuh kembali.

5. Kerak yang menyebar di kulit kepala

Ini merupakan tanda kurap di kulit kepala. Biasanya akan disertai dengan rambut patah, kemerahan, bengkak, dan terkadang keluar cairan.

Normalnya rambut akan rontok sebanyak 50 – 100 helai per hari dan akan tumbuh kembali pada saat yang sama. Namun, rambut rontok bisa terjadi saat rambut baru nggak tumbuh menggantikan rambut yang sudah mengalami fase rontok.

Alopecia Androgenetic, Penyebab Rambut Rontok Karena Faktor Genetik

Penyebab rambut rontok sangat beragam, di antaranya yaitu :
1. Perubahan hormon
2. Stres
3. Obat-obatan
4. Terapi radiasi
5. Penataan rambut

Selain kelima hal tersebut, ada faktor penyebab rambut rontok lain, yaitu faktor genetik atau male androgenetic alopecia. Male androgenetic alopecia (MAA) merupakan kerontokan rambut yang paling umum pada pria. Menurut National Center for Biotechnology Information (NCBI), kerontokan jenis ini memengaruhi 30-50% pria pada usia 50 tahun.

Sebenarnya androgenetic alopecia ini juga terjadi pada wanita. Pada pria hal ini disebut dengan male pattern baldness. Rambut rontok akan membentuk pola yang jelas, biasanya dimulai dari bagian atas pelipis. Kemudian seiring berjalannya waktu akan membentuk pola huruf ‘M’.

Nah, penipisan rambut pada bagian mahkota atau dekat dengan bagian atas kepala biasanya akan berkembang menjadi kebotakan sebagian atau seluruhnya.

Male androgenetic alopecia terjadi dalam pola yang masih bisa untuk tumbuh kembali dan memengaruhi pelipis, verteks, dan kulit kepala bagian depan tengah. Meskipun Male androgenetic alopecia sering dianggap sebagai kondisi dermatologis yang nggak berbahaya, tapi kerontokan ini berdampak pada kepercayaan diri dan menjadi penyebab kecemasan pada pria.

Male androgenetic alopecia dianggap sebagai faktor risiko masalah pada arteri dan penyakit kardiovaskuler. Faktor genetik penyumbang alopecia androgenetic sebesar 80%.

Male androgenetic alopecia juga dikaitkan dengan kondisi medis lain, seperti penyakit jantung koroner dan pembesaran prostat. Selain itu juga dihubungkan dengan gangguan resistensi insulin, seperti diabetes dan obesitas, serta tekanan darah tinggi (hipertensi).

Finasteride Sebagai Terapi Rambut Rontok Akibat Alopecia Androgenetic

Rambut rontok akibat alopecia androgenetic masih bisa diatasi. Kamu bisa memulainya dengan mengubah gaya hidup lebih sehat, makan asupan yang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan rambut, hingga melakukan olahraga teratur.

Kamu bisa menemui dokter yang ahli di bidangnya untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi dengan finasteride.

Finasteride adalah komponen 4-azasteroid, merupakan kompetitif dan spesifik inhibitor dari enzim 5-α-reductase tipe II, enzim interselular yang mengubah testosteron menjadi DHT.

Finasteride nggak punya afinitas pada reseptor androgen dan nggak memiliki efek androgenetik, anti-androgenetik, estrogenik, anti-estrogenik atau progestasional.

Finasteride bekerja menghambat enzim 5-α-reductase tipe II. Finasteride menurunkan konsentrasi DHT sampai 65% dalam 24 jam.

DHT memiliki peranan penting sebagai penyebab terjadinya androgenetic alopecia. Maka dari itu, selain finasteride, kamu juga dianjurkan untuk menggunakan shampoo yang bekerja menghambat hormon DHT. Lengkapi perawatanmu dengan hair tonic yang mengandung minoxidil untu merangsang pertumbuhan rambut baru sehingga dapat mencegah terjadinya kebotakan.

Related Article